Strategi Penguatan Budaya Kerja Siswa Melalui Teaching Factory

Authors

  • Muchammad Imam Ma’ruf Universitas Muhammadiyah Malang
  • Siti Inganah Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1334

Keywords:

Teaching Factory; Budaya Kerja; Pendidikan Vokasi; Siswa Vokasi; Kesiapan Kerja

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi untuk memperkuat budaya kerja siswa melalui Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam program Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), khususnya dalam kegiatan TEFA di bidang servis sepeda motor. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, manajer TEFA, dua guru produktif, dan dua siswa, yang didukung oleh observasi langsung dan dokumentasi terkait. Data dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan bahwa TEFA menciptakan pengalaman kerja otentik melalui prosedur servis, prosedur operasional standar, keselamatan kerja, pengendalian mutu, kerja sama tim, dan tanggung jawab atas hasil kerja. Budaya kerja diperkuat melalui strategi berulang berupa teladan, pembiasaan, pengalaman kerja otentik, penugasan tanggung jawab, pengawasan, evaluasi, dan penguatan. Dimensi budaya kerja yang paling terlihat meliputi disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, komunikasi, ketelitian, kemandirian, kebersihan, keselamatan, dan orientasi kualitas. Namun, disiplin, kepercayaan diri, dan konsistensi siswa dalam menerapkan prosedur masih belum merata. Oleh karena itu, TEFA tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai lingkungan pedagogis untuk menginternalisasi budaya tempat kerja.

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Muchammad Imam Ma’ruf, & Siti Inganah. (2026). Strategi Penguatan Budaya Kerja Siswa Melalui Teaching Factory. Global Education Trends, 4(2), 110–117. https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1334