Pengembangan Media Ludo Hanacaraka Pada Materi Aksara Sasak Untuk Siswa Kelas IV SD
DOI:
https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1358Keywords:
ADDIE, Aksara Sasak, Ludo Hanacaraka, media pembelajaranAbstract
Pembelajaran aksara Sasak di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan variasi media pembelajaran serta kesulitan siswa dalam mengenali dan membedakan beberapa simbol aksara yang memiliki kemiripan bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Ludo Hanacaraka pada materi aksara Sasak serta mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV, siswa pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar sedangkan objek penelitian berupa media Ludo Hanacaraka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respons guru dan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan media Ludo Hanacaraka memperoleh presentase kevalidan sebesar 97,33% dari ahli media dan 88,75% dari ahli materi, keduanya berkategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh presentase 92,4% pada kelompok kecil, 87,6% pada kelompok besar dan 95,38% berdasarkan respons guru, seluruhnya berkategori sangat praktis. Temuan ini memperkuat pemanfaatan media konkret dan interaktif sebagai alternative penyajian materi aksara daerah yang bersifat simbolik pada pembelajaran sekolah dasar. Dengan demikian, Ludo Hanacaraka dinyatakan valid dan praktis digunakan untuk mendukung pembelajaran aksara Sasak di sekolah dasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Baiq Maenun Nisa Anjarwati, Abdul Kadir Jaelani, Muhammad Sobri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

