Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Berbasis Kearifan Lokal Sasak untuk Siswa Kelas 4 SDN 3 Rumbuk

Authors

  • Hilda Syahrani Universitas Mataram
  • Lalu Hamdian Affandi Universitas Mataram
  • Hasnawati Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1372

Keywords:

modul pembelajaran, IPAS, kearifan lokal Sasak, keragaman budaya

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu dikembangkan secara kontekstual dengan mengaitkan materi dengan budaya dan lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal Sasak pada materi Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal untuk peserta didik kelas 4 SDN 3 Rumbuk serta mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, respons guru dan peserta didik, serta pretest dan posttest. Modul mengintegrasikan Bau Nyale, Begibung, Gendang Beleq, dan Tenun Sesek dalam materi dan aktivitas pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan persentase 95,78% dari ahli materi dan 100% dari ahli desain dengan kategori sangat valid. Kepraktisan modul mencapai 88,71% pada kelompok kecil, 85,86% pada kelompok besar, dan 97,33% berdasarkan respons guru, seluruhnya berkategori sangat praktis. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 39,05 menjadi 86,67 dengan perbedaan signifikan berdasarkan paired sample t-test (p < 0,001). Modul dapat digunakan sebagai bahan ajar pendamping untuk menghadirkan pembelajaran IPAS yang kontekstual sekaligus mendukung pengenalan budaya lokal Sasak.

Author Biography

Lalu Hamdian Affandi, Universitas Mataram

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu dikembangkan secara kontekstual dengan mengaitkan materi dengan budaya dan lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal Sasak pada materi Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal untuk peserta didik kelas 4 SDN 3 Rumbuk serta mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, respons guru dan peserta didik, serta pretest dan posttest. Modul mengintegrasikan Bau Nyale, Begibung, Gendang Beleq, dan Tenun Sesek dalam materi dan aktivitas pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan persentase 95,78% dari ahli materi dan 100% dari ahli desain dengan kategori sangat valid. Kepraktisan modul mencapai 88,71% pada kelompok kecil, 85,86% pada kelompok besar, dan 97,33% berdasarkan respons guru, seluruhnya berkategori sangat praktis. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 39,05 menjadi 86,67 dengan perbedaan signifikan berdasarkan paired sample t-test (p < 0,001). Modul dapat digunakan sebagai bahan ajar pendamping untuk menghadirkan pembelajaran IPAS yang kontekstual sekaligus mendukung pengenalan budaya lokal Sasak.

Downloads

Published

2026-10-12

How to Cite

Syahrani, H., Affandi, L. H., & Hasnawati. (2026). Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Berbasis Kearifan Lokal Sasak untuk Siswa Kelas 4 SDN 3 Rumbuk. Global Education Trends, 4(2), 325–333. https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1372