Ngemong sebagai Seni Mencintai: Pendidikan Karakter dalam Relasi Pamong dan Siswa

Authors

  • Sukma Wijayanto Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Dhuta Sukmarani Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Arifah Muzayyanah Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Bening Sri Palupi Universitas Muhammadiyah Magelang

DOI:

https://doi.org/10.61798/ijt.v3i3.1407

Keywords:

ngemong; sistem among; seni mencintai; relasi guru dan siswa; pendidikan karakter

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar Indonesia lebih sering dibicarakan sebagai program, padahal anak belajar watak pertama-tama dari cara orang dewasa memperlakukannya. Sistem among Ki Hadjar Dewantara menempatkan relasi itu di pusat pendidikan melalui ngemong, yaitu membimbing anak dengan kasih tanpa paksaan. Artikel ini membaca ngemong di sebuah SD Tamansiswa di Yogyakarta dengan kerangka seni mencintai Erich Fromm, yang terdiri atas kepedulian, tanggung jawab, pengetahuan, dan penghormatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan ketua yayasan, kepala sekolah, dan pamong kelas I sampai VI, observasi partisipan, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara abduktif. Kepedulian dan tanggung jawab hadir kuat dan konsisten: pamong menolong anak dari kelas mana pun, menunggui anak yang belum dijemput, dan meninggalkan hukuman yang mereka nilai tidak mendidik. Pamong juga berusaha mengenal anak satu per satu. Penghormatan hadir dalam banyak praktik, tetapi paling mudah goyah ketika anak belum mengikuti tuntutan kelas atau ketika tekanan dari luar meningkat. Pola ini kami jelaskan melalui dua arah hormat, yaitu dari anak kepada yang tua dalam etika Jawa dan dari pendidik kepada anak menurut Fromm dan Ki Hadjar. Artikel ini menawarkan empat pertanyaan reflektif bagi guru dan mengusulkan agar pendidikan sopan santun dikembangkan menjadi hormat dua arah.

References

Dewantara, K. H. (1962). Bagian pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Fromm, E. (1956). Fromm.pdf. Harper & Row.

Gershoff, E. T. (2018). School Corporal Punishment in Global Perspective: Prevalence, Outcomes, and Efforts at Intervention. Psychol Health Med., 22, 224–239. https://doi.org/10.1080/13548506.2016.1271955.School

Handayani, A. (2016). Implementasi tujuan dan metode pendidikan Ki Hadjar Dewantara di SD Tamansiswa Jetis. Yogyakarta [Tesis magister]: Universitas Negeri Yogyakarta.

Määttä, K., & Uusiautti, S. (2011). Pedagogical Love and Good Teacherhood. in education, 17(2), 29–41. https://doi.org/https://doi.org/10.37119/ojs2011.v17i2.81

Magnis-Suseno, F. (1997). Javanese ethics and world-view: The Javanese idea of the good life. Gramedia Pustaka Utama.

Miftakhuddin, Khoiron, M., & Wahyuningtyas, N. (2023). Kontribusi Sistem Among Terhadap Inklusi Sosial : Studi Kasus Di Sd Tamansiswa Yogyakarta The Among System’s Contribution To Social Inclusion : Case Study At Tamansiswa Yogyakarta Elementary School. Jurnal Praksis dan Dedikasi (JPDS), 6(1), 41–52. https://doi.org/10.17977/um022v6i1p41-52

Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed., updated). University of California Press.

Nur Wangit, M. (2009). Masih bertahankah sistem among pada masa kini? Kajian konsep dan praktik pendidikan. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 39, 21831. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/jk.v39i2.70

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume III): What school life means for students’ lives https://doi.org/10.1787/acd78851-en. OECD Publishing. https://doi.org/https://doi.org/10.1787/acd78851-en

Permendikbudristek. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (2023).

Prewett, S. L., Bergin, D. A., & Huang, F. L. (2019). Student and teacher perceptions on student-teacher relationship quality: A middle school perspective. School Psychology International, 40(1), 66–87. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0143034318807743

Quin, D. (2017). Longitudinal and contextual associations between teacher– student relationships and student engagement: A systematic review. Review of Educational Research, 87(2), 345–387. https://doi.org/https://doi.org/10.3102/0034654316669434

Rahmawati, P., Wijayanto, S., Wardana, A. E., & Purwandari, S. (2021). Peran orang tua dalam menanamkan karakter religius siswa sekolah dasar pada masa pandemi Covid-19. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik, 5(2), 326–337. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jdc.v5i2.56293

Roorda, D. L., Jak, S., Zee, M., Oort, F. J., & Koomen, H. M. Y. (2017). Affective teacher–student relationships and students’ engagement and achievement: A meta-analytic update and test of the mediating role of engagement. School Psychology RevieW, 46(3), 239–261. https://doi.org/https://doi.org/10.17105/SPR- 2017-0035.V46-3

Roorda, D. L., Koomen, H. M. Y., Spilt, J. L., & Oort, F. J. (2011). The influence of affective teacher-student relationships on students’ school engagement and achievement: A meta-analytic approach. Review of Educational Research, 81(4), 493–529. https://doi.org/https://doi.org/10.3102/0034654311421793

Timmermans, S., & Tavory, I. (2012). Theory construction in qualitative research: From grounded theory to abductive analysis. Sociological Theory, 30(3), 167–186. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0735275112457914

Utami, D. H., Purwandari, S., & Wijayanto, S. (2023). Penanaman karakter disiplin siswa di sekolah dasar. Borobudur Educational Review, 3(1), 11–23. https://doi.org/https://doi.org/10.31603/bedr.9013

van Manen, M. (1991). The tact of teaching: The meaning of pedagogical thoughtfulness. (1. van Manen M. The tact of teaching: The meaning of pedagogical thoughtfulness. State University of New York Press; 1991., Ed.). State University of New York Press.

Wijayanto, S. (2017). Peran modal sosial dalam implementasi konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara di SD Taman Muda Yogyakarta. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 5(1), 101–113. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/jppfa.v5i1.13566

Wijayanto, S., Wardana, A. E., & Purnanto, A. W. (2021). Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran daring serta menanamkan disiplin di sekolah dasa. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 44–53. https://doi.org/https://doi.org/10.21067/jmk.v6i1.5336

Yin, L. C., Loreman, T., Majid, R. A., & Alias, A. (2026). The dispositions towards loving pedagogy (DTLP) scale: Instrument development and demographic analysis. Teaching and Teacher Education, 86, 102884. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.tate.2019.102884

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Wijayanto, S., Dhuta Sukmarani, Arifah Muzayyanah, & Bening Sri Palupi. (2026). Ngemong sebagai Seni Mencintai: Pendidikan Karakter dalam Relasi Pamong dan Siswa . International Journal of Teaching, 3(3), 343–354. https://doi.org/10.61798/ijt.v3i3.1407