Implementasi Kode Etik Profesi Pendidik sebagai Upaya Penegakan Disiplin dan Karakter Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i2.753Keywords:
Kode Etik Guru, Disiplin Siswa, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar, Pemodelan Keteladanan.Abstract
Pendidikan sekolah dasar saat ini menghadapi kesenjangan moral yang tajam antara regulasi kode etik guru dengan realitas disiplin perilaku siswa di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penegakan kode etik profesi guru dapat berfungsi sebagai instrumen preventif strategis dalam mengendalikan perilaku siswa. Studi empiris ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif di SDN Naru Ranggasolo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap guru dan siswa, serta dokumentasi, yang diverifikasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. lapangan menunjukkan bahwa tindakan keteladanan guru yang konsisten dalam hal ketepatan waktu dan kesantunan verbal berhasil mereduksi frekuensi pelanggaran minor siswa. Implementasi kode etik juga mengubah paradigma manajemen kelas dari metode punitif yang primitif menjadi dialog reflektif yang humanis, dibuktikan dengan penurunan signifikan pada grafik pelanggaran perilaku dan verbal siswa. Kepatuhan terhadap etika profesi guru bukan sekadar membatasi kebebasan mengajar, melainkan berfungsi sebagai penggerak moral struktural yang membangun budaya disiplin organik dan penguatan karakter positif di sekolah dasar.
Downloads
References
Ananda, R. (2022). Pengaruh budaya sekolah dan keteladanan guru terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Jurnal Elemen Pendidikan, 14(2), 105–118. https://doi.org/10.29408/jel.v14i2.4891
Budiman, A. (2023). Menjadikan integritas guru sebagai subjek penggerak ekosistem sekolah yang beradab. Jurnal Pedagogi Kontemporer, 5(1), 45–58. https://doi.org/10.31004/jpk.v5i1.712
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fitriah, L., & Mulyanis, M. (2024). Analisis degradasi moral dan krisis karakter peserta didik di lembaga pendidikan dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 245–258. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i2.6114
Gunawan, I. (2022). Pendekatan penafsiran teks kritis dalam konseptualisasi manajemen pendidikan dasar. Jurnal Administrasi Pendidikan, 19(2), 134–147. https://doi.org/10.17509/jap.v19i2.4321
Handayani, S. (2021). Teori imitasi sosial dalam perkembangan moral anak usia sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(3), 210–222. https://doi.org/10.21831/jpp.v8i3.3211
Handayani, T., & Saputra, R. (2023). Mewujudkan otoritas humanis: Transformasi hubungan guru dan murid berbasis respek. Jurnal Pedagogi Dasar, 11(2), 88–99. https://doi.org/10.31004/basicedu.v11i2.4821
Hardani, H. (2022). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Hidayat, A., Rahmawati, S., & Pratama, M. A. (2023). Dampak pendekatan punitif guru terhadap kedisiplinan dan perkembangan karakter siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(2), 189–201. https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v11i2.59321
Lestari, P. (2021). Sekolah sebagai rumah kedua: Iklim psikologis aman dalam pembentukan karakter anak. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(4), 301–312. https://doi.org/10.21831/jpp.v9i4.35412
Lestari, P. (2023). Metode studi literatur kritis dalam riset pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains, 28(2), 134–145. https://doi.org/10.21831/jps.v28i2.49321
Mansur, H. (2023). Dampak apatisme pendit terhadap legitimasi aturan tata tertib sekolah. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 12(1), 67–79. https://doi.org/10.21831/jkp.v12i1.5432
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2021). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Nugroho, B. (2024). Kontrol sosial organik: Peran peer-group dalam menegakkan disiplin kelas di sekolah dasar. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 8(1), 45–56. https://doi.org/10.17977/um025v8i12024p045
Prasetyo, A., & Utami, S. (2023). Agen aktif dalam pembelajaran moral: Konstruksi kognitif siswa terhadap keteladanan pendidik. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 123–135. https://doi.org/10.21831/jpk.v14i2.59321
Pratama, M. A. (2022). Dilema penegakan disiplin: Analisis perilaku kekerasan verbal oknum guru di lingkungan sekolah. Geojournal of Education, 6(2), 112–125. https://doi.org/10.29408/geojournal.v6i2.5891
Rahman, F. (2024). Kedekatan emosional guru-siswa sebagai stimulus kedisiplinan berkelanjutan. Jurnal Analisis Pendidikan Dasar, 6(1), 15–27. https://doi.org/10.23917/ppd.v6i1.23891
Ramadhan, T. (2023). Pemetaan variabel evaluasi tata tertib sekolah: Mengaburkan peran kesadaran moral guru. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 1540–1552. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i3.5122
Reksiana, R. (2022). Kode etik profesi keguruan sebagai instrumen perlindungan moral pendit dan stimulus budaya sekolah. Al-Ibtidaiyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 45–60. https://doi.org/10.24235/al-ibtidaiyah.v9i1.9442
Rijali, A. (2021). Analisis data kualitatif dalam penelitian keagamaan dan sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Rohani, S. (2021). Pentingnya integritas guru sebagai model perilaku etis di sekolah dasar. Jurnal Etika Pendidikan, 6(2), 89–101. https://doi.org/10.23887/jep.v6i2.3921
Sugiyono, S. (2022). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Alfabeta.
Supriadi, E. (2021). Internalisasi kode etik profesi pendidik sebagai fondasi pembentukan kemandirian etis siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(1), 89–102. https://doi.org/10.21831/jpv.v11i1.34125
Suryani, N. (2023). Strategi dan teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan dan kasus pendidikan. Utama Press.
Susanti, I. (2022). Mekanisme imitasi sosial (social modeling) peserta didik terhadap figur otoritas guru di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 6(1), 76–88. https://doi.org/10.20527/jipf.v6i1.4812
Syam, A. (2023). Kepemimpinan moral guru dalam proses internalisasi karakter dan disiplin siswa. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 11(1), 34–46. https://doi.org/10.21831/jamp.v11i1.6112
Wardani. (2024). Pengondisian lingkungan akademis melalui keteladanan moral guru: Studi intervensi karakter jangka panjang. Journal of Education Action Research, 8(1), 201–215. https://doi.org/10.23887/jear.v8i1.62100
Wibowo, H. (2022). Keadilan penegakan aturan dan dampaknya terhadap kecemburuan sosial siswa. Jurnal Ilmu Perilaku dan Pendidikan, 10(3), 210–222. https://doi.org/10.22146/jpsi.v10i3.67812
Yahya, M. (2022). Reformasi etika linier di lembaga pendidikan: Implementasi dan tantangan. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(3), 715–728. https://doi.org/10.21831/cp.v41i3.4561
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Megawati, Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


